Tumpeng Tanda Pisah Jumpa, Li Chaoqun : Saya akan Kembali ke Indonesia

Surabaya - Tepat pada bulan Februari ini, dua laoshi akan kembali ke kampung halamannya. Mereka akan melanjutkan studi S2 yang setahun sebelumnya mereka mengabdikan diri menjadi dosen native di Confucius Institute Universitas Negeri Surabaya. Li Chaoqun atau Rudi sapaan akrabnya, adalah salah satu yang kembali ke Tiongkok paling terakhir dikarenakan kecintaanya terhadap Indonesia.
Acara yang dilaksanakan di serambi ruang tamu Gedung Kampus Unesa 3 itu diadakan secara kekeluargaan dengan dihadiri Kepala, sekretaris, kepala seksi umum, beserta staff Confucius Institute Unesa. Dengan tumpeng sebagai simbol serta budaya Indonesia, Sueb, S.Pd., M.Pd., memperkenalkan bahwa tradisi tumpeng yang dilambangkan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa. Wujud rasa syukur ini juga dilontarkan oleh Kepala CI Unesa kepada dedikasi Li Chaoqun dan Deng Bo'er selama setahun penuh dalam memberikan pengajaran Bahasa Mandarin kepada mahasiswa maupun mitra.

"Saya sangat suka Indonesia, saya akan kembali untuk berlibur dan menikmati makanannya." ucapnya dalam Bahasa Indonesia.

Kemudian dilanjutkan dengan makan tumpeng bersama sebagai tali asih antar staff CI Unesa.
Setelah perpisahan ini, Li dan Deng akan kembali ke Tiongkok dan digantikan dengan volunteer yang lain dengan mengemban tugas yang sama. Selamat sampai tujuan, laoshimen!
Share It On: