Sepak Terjang Baru IAIN Madura Dalam Pengembangan Bahasa, CI UNESA Menjadi Pilihan

SURABAYA – UPT Bahasa Institut Agama Islam Negeri Madura (IAIN Madura) mencanangkan rencana inisiasi Kerjasama dengan Confucius Institute Unesa pada Rabu lalu (15/5). Kunjungan tersbut dimaksudkan dalam beberapa hal yang diantaranya adalah pengembangan UPT Bahasa IAIN Madura dengan CI Unesa di bidang akademik dan budaya. Diketahui sebelumnya, UPT Bahasa IAIN Madura melayangkan sayap pada Bahasa Inggris dan Arab. Tahun ini, ujar Abdul Wafi, S.S., M.Pd. selaku Kepala.

Tahun ini merupakan pijakan awal bagi UPT Bahasa IAIN Madura untuk membuka layanan baru, yaitu penerjemahan Bahasa Mandarin hingga membuka program studi Bahasa Mandarin disana. CI Unesa menjadi mediator untuk kelas budaya dan narasumber seminar atau konferensi Bahasa. Selain daripada itu, bentuk Kerjasama yang melibatkan native speaker adalah IAIN Madura sebagai institusi pelaksanaan intership. Abdul Wafi juga mengutarakan bahwa keinginannya tidak terlalu banyak, seiring perkembangan Bahasa Mandarin yang pesat ia berpendapat bahwa awal inisiasi ini dapat menjadi pengenalan potensi Bahasa Mandarin dan budaya Tiongkok di lingkup IAIN Madura.
Karena Bahasa Mandarin adalah suatu terobosan baru, diharapkan hal ini dapat dijadikan penyegaran positif bagi bidang kebahasaan di UPT Bahasa IAIN Madura. Selain itu, rencana konferensi dengan tema 5 bahasa utama di Asia adalah salah satu dari faktor lain yang membutuhkan keterlibatan CI Unesa dalam realisasinya. Disamping CI Unesa telah lama berkecimpung dalam inisiasi kegiatan berlatar belakang Bahasa Mandarin, Kerjasama CI Unesa dan Central China Normal University (CCNU) yang telah terjalin sejak lama juga merupakan jalan pintas yang baik guna melaksanakan kegiatan yang berkesinambungan.

Sueb, S.Pd., M.Pd. selaku Direktur Confucius Institute Universitas Negeri Surabaya (CI Unesa) telah merangkumkan berbagai rancangan yang disampaikan UPT Bahasa IAIN Madura dan menyampaikan bahwa hal tersebut sejalan dengan rekomendasi Konsul Jenderal Tiongkok, Xu Yong, yang diharapkan CI Unesa mampu memperluas peran dengan berbagai komunitas salah satunya komunitas Muslim. Dikarenakan dalam waktu dekat IAIN Madura akan berubah menjadi Universitas (UIN), maka rancangan inisiasi Kerjasama ini akan memberikan dampak besar ke depan bagi kedua belah pihak.
Konferensi yang dilaksanakan tersebut akan direalisasikan pada 31 Juli ke depan, dengan harapan CI Unesa dapat hadir dan terlibat sekaligus menindaklanjuti inisiasi secara simbolis, yaitu penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding). Hal tersebut juga dibersamai dengan pelaksanaan kunjungan ke salah satu Pondok Pesantren di Pamekasan yang menerapkan ngaji Kitab Kuning dengan menggunakan Bahasa Mandarin sebagai pengantar.
Diharapkan realisasi Kerjasama tersebut dapat menjadi jembatan bagi keluaran kegiatan lain yang semakin menunjang pengembangan Bahasa Mandarin di Indonesia.
Share It On: