Kelas Budaya Confucius Institute Unesa: Menyemarakkan Pembelajaran Bahasa dan Budaya Mandarin melalui Kelas Kaligrafi Tiongkok (书法)

Surabaya, 6 Desember 2024 – Confucius Institute
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyelenggarakan acara kelas budaya (书法) atau
kaligrafi Tiongkok yang diadakan di ruang kaca gedung T8 Fakultas Bahasa dan Seni
(FBS) Unesa. Acara ini diisi oleh dua pengajar ahli, Wang Xin Laoshi dan Yang
Laoshi, yang dikenal dengan keahlian mereka dalam seni kaligrafi Tiongkok.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin
Unesa angkatan 22, 23, dan 24, memberikan mereka kesempatan untuk mempelajari
teknik-teknik dasar hingga lanjut dalam kaligrafi.
Kaligrafi Tiongkok, yang telah berkembang selama lebih dari dua milenia, merupakan bagian integral dari budaya Tiongkok dan melibatkan filosofi, emosi, serta karakter pribadi penulis. Dalam kelas ini, peserta belajar tentang berbagai jenis kuas dan tinta, serta teknik penulisan aksara Tiongkok yang tepat. Para pengajar, Wang Xin Laoshi dan Yang Laoshi, tidak hanya mengajarkan teknik dasar, tetapi juga membimbing mahasiswa dalam mengekspresikan estetika dan keseimbangan melalui setiap goresan kuas.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari misi Confucius
Institute Unesa untuk memperkenalkan budaya Tiongkok kepada masyarakat
Indonesia, terutama mahasiswa yang sedang mempelajari bahasa Mandarin. Kelas
ini juga memberikan pemahaman lebih dalam tentang cara menyampaikan pesan dan
emosi melalui tulisan, yang memperdalam keterampilan mahasiswa dalam berbahasa
Mandarin.
Confucius Institute Unesa terus berkomitmen untuk
mempromosikan bahasa dan budaya Tiongkok melalui berbagai program pendidikan.
Dengan kegiatan seperti kelas kaligrafi ini, lembaga ini berupaya untuk
memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami aspek-aspek
budaya yang penting, mempererat hubungan lintas budaya, serta meningkatkan
apresiasi terhadap bahasa dan seni Tiongkok di Indonesia.
Share It On: