Confucius Institute UNESA Gelar Kelas Budaya: Mewarnai Topeng Bersama Mahasiswa Jurusan Bahasa Mandarin

Surabaya, 4 Oktober 2024 – Confucius Institute
Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menyelenggarakan acara budaya untuk
mahasiswa Jurusan Bahasa Mandarin, dengan menggelar Kelas Budaya: Mewarnai
Topeng. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai angkatan, serta dipandu
oleh Wang Xin Laoshi, seorang pengajar di Confucius Institute UNESA yang
memiliki keahlian dalam seni dan budaya Tiongkok.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan
lebih dalam seni dan budaya tradisional Tiongkok kepada mahasiswa, khususnya
melalui seni mewarnai topeng. Dalam acara ini, peserta diberikan topeng-topeng
tradisional Tiongkok yang sudah disiapkan, dan mereka diajak untuk mewarnai
sesuai dengan panduan dan simbol-simbol budaya yang telah diajarkan.
Wang Xin Laoshi, sebagai pembicara utama dalam
kegiatan ini, menjelaskan berbagai makna di balik warna-warna yang digunakan
dalam topeng tradisional Tiongkok. Warna-warna pada topeng tradisional bukan
hanya hiasan, tetapi masing-masing memiliki makna filosofis yang mendalam.
Warna merah, misalnya, melambangkan loyalitas dan keberanian, sedangkan hitam
menunjukkan karakter yang tegas dan adil.
Kegiatan mewarnai ini tidak hanya memberikan
kesempatan kepada mahasiswa untuk berekspresi melalui seni, tetapi juga
menghubungkan mereka dengan nilai-nilai budaya Tiongkok yang kaya. Selain itu,
acara ini memperkuat pemahaman mereka tentang bagaimana unsur seni dan budaya
melekat erat dalam bahasa yang mereka pelajari.
Wang Xin Laoshi juga memberikan wawasan mengenai peran penting topeng dalam berbagai pertunjukan tradisional di Tiongkok, seperti Opera Beijing dan teater rakyat, yang sering menggunakan topeng sebagai simbol untuk menggambarkan karakter tertentu. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan budaya mahasiswa dan menumbuhkan apresiasi mereka terhadap tradisi seni Tiongkok.
Acara Kelas Budaya ini merupakan bagian dari rangkaian
program tahunan yang diadakan oleh Confucius Institute UNESA, bertujuan untuk
memperkenalkan berbagai aspek budaya Tiongkok kepada mahasiswa dan masyarakat
luas. Dengan acara seperti ini, diharapkan mahasiswa Jurusan Bahasa Mandarin
tidak hanya menguasai aspek bahasa, tetapi juga mampu memahami dan menghargai
budaya yang menjadi bagian tak terpisahkan dari bahasa tersebut.
Para mahasiswa yang berpartisipasi mengaku
sangat menikmati kegiatan ini. Mereka merasa lebih terhubung dengan budaya
Tiongkok dan mendapatkan wawasan baru yang memperkaya pengalaman belajar
mereka. "Kegiatan ini sangat menarik dan bermanfaat. Kami tidak hanya
belajar bahasa, tetapi juga mendalami budaya di baliknya, yang memberikan makna
lebih dalam terhadap pembelajaran kami," kata salah satu peserta.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, Confucius
Institute UNESA terus berkomitmen untuk menjembatani hubungan budaya antara
Indonesia dan Tiongkok, serta memperkaya pemahaman mahasiswa terhadap
keberagaman budaya dunia.
Share It On: