MANDARIN SPRING CAMP 2025 DAY 5 Mengapresiasi Seni Tiongkok: Peking Opera dan Kaligrafi
Wuhan, 21 April 2025 - Hari kelima Mandarin Spring Camp 2025 membawa peserta semakin dalam menjelajahi keindahan seni dan warisan budaya Tiongkok melalui dua kegiatan utama: Peking Opera Appreciation dan Calligraphy Class. Kegiatan hari ini penuh makna, mengajarkan peserta untuk memahami esensi seni tradisional Tiongkok sekaligus melatih ketekunan dan kreativitas mereka.
Pagi hari dimulai dengan sesi apresiasi Opera Peking, salah satu seni pertunjukan tertua dan paling terkenal di Tiongkok. Peserta diajak mengenal sejarah, kostum, riasan wajah, musik, serta gerakan khas yang menjadi ciri Opera Peking. Mereka juga menyaksikan pertunjukan langsung yang menampilkan potongan cerita klasik dengan ekspresi dramatis dan iringan musik tradisional.
Senyum kagum tampak di wajah para peserta, terutama saat melihat kostum berwarna cerah dan tata rias wajah yang penuh makna simbolis. Sebagai bagian interaktif, beberapa peserta bahkan berkesempatan mencoba memakai topeng opera dan belajar gerakan tangan sederhana, menciptakan pengalaman yang tak terlupakan.
Setelah makan siang, peserta mengikuti Calligraphy Class yang dipandu oleh seniman kaligrafi profesional. Mereka diperkenalkan pada sejarah kaligrafi Tiongkok, alat-alat tulis seperti kuas, tinta, kertas, dan batu tinta, serta teknik dasar menulis karakter Mandarin.
Peserta belajar menulis karakter sederhana dengan fokus pada tekanan kuas, irama gerakan tangan, dan makna di balik setiap guratan. Suasana kelas begitu khusyuk namun hangat, dengan tawa kecil terdengar saat peserta saling membandingkan hasil karya mereka. Banyak peserta mengaku merasa rileks sekaligus tertantang saat mencoba menulis kaligrafi untuk pertama kalinya.
Hari kelima ini memberikan pengalaman yang benar-benar berbeda. Peserta tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga menyelami jiwa budaya Tiongkok melalui seni. Mereka belajar bahwa bahasa Mandarin tidak hanya soal ucapan, tetapi juga soal ekspresi seni dan filosofi yang diwariskan turun-temurun.
Menjelang sore, kegiatan ditutup dengan sesi berbagi kesan dan memamerkan hasil kaligrafi masing-masing. Para peserta pulang dengan hati penuh inspirasi, membawa pulang bukan hanya karya seni, tetapi juga pemahaman mendalam tentang kekayaan budaya Tiongkok.
Share It On: