Langkah Maju: CI Unesa Temui konsulat Jenderal Tiongkok

SURABAYA – Pertemuan yang terlaksana pada tanggal 9 April lalu membuahkan banyak tujuan serta gambaran masa depan kerjasama antara Indonesia dan Tionghoa dalam bidang Pendidikan, Budaya, serta pengembangannya. Xu Yong, Konsul Jenderal Tiongkok, dan Sueb, S.Pd., M.Pd., Kepala Confucius Institute Universitas Negeri Surabaya (CI Unesa), serta Yang Yuan, Direktur Tiongkok CI Unesa mencanangkan beberapa rencana tersebut dalam sebuah rapat dan pertemuan santai di Konsulat Jenderal Tiongkok yang berlokasi di jalan HR. Muhammad Surabaya.

Xu mengatakan bahwa Pendidikan Bahasa khususnya Bahasa Mandarin merupakan jembatan pertukaran antara dua negara dan jendela peradaban yang saling memberikan dampak yang baik bagi kedua belah negara baik Indonesia maupun Tiongkok. Dalam beberapa tahun terakhir, ujar Xu, peran Confucius Institute Universitas Surabaya (CI Unesa) telah banyak memberikan kontribusi positif dalam pemenuhan standar kebutuhan pembelajaran Bahasa Mandarin kepada Masyarakat dalam banyak tingkatan kalangan, melayani Kerjasama dalam permintaan lowongan kerja berkemampuan Bahasa Mandarin ke dalam industri maupun instansi serta perdagangan praktis, dan dilengkapi dengan promosi hubungan Masyarakat serta Budaya Tionghoa yang membuahkan hasil. Uraian tersebut adalah penyampaian tulus Pemerintah Tiongkok melalui Konsulat Jenderal Tiongkok kepada Universitas Negeri Surabaya yang telah mendukung penyelenggaraan CI Unesa.
Harapan untuk dapat bertemu dengan Rektor serta jajaran pimpinan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) untuk membahas beberapa inisiasi Kerjasama yang lebih intens juga disampaikan didalam pertemuan tersebut. Beberapa diantaranya yaitu pengembangan peran CI Unesa dengan mitra dari kalangan Masyarakat meluas yang sebelumnya hanya berlatarbelakang Pendidikan. Pada waktu ini CI Unesa telah melakukan dan menyetujui beberapa Memorandum of Undestanding (MoU) dengan Yayasan Chenghoo, SMA Khadijah Surabaya, dan SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik. Program yang disetujui dalam penandatanganan tersebut juga melibatkan banyak bidang yaitu penge,bangan Pendidikan Bahasa Mandarin di Sekolah 3 Bahasa dan dosen native, pengadaan kelas Budaya, serta kursus dengan guru local atau alumnus Bahasa Mandarin Unesa. Selanjutnya yaitu keterlibatan Universitas Negeri Surabaya dalam kegiatan pameran atau festival kebudayaan, seni dan olahraga.
Bidang lain yang dicanangkan sebelumnya adalah olahraga. Unesa baru saja meraih medali dalam cabang wushu. Konsulat Jenderal ingin menjajaki hal yang baru ini untuk menentukan skema kolaborasi dalam bidang olahraga. Kerjasama U-to-U-B (DUDI) juga disampaikan sebagai bentuk dukungan internasional dan yang terakhir adalah peluang G-to-G dalam pembukaan S2 Mandarin pertama di Indonesia dengan CI Unesa sebagai test center resmi di Unesa.
Sueb, S.Pd., M.Pd. dan Yang Yuan mengatakan bahwa CI Unesa bersedia untuk terus memberikan kontribusi besar dalam pemahaman Budaya Tiongkok, serta menjalin persahabatan yang lebih erat.
Share It On: