Kelas Kerjasama Confucius Institute Unesa dengan Untag
Confucius Institute Universitas Negeri Surabaya (UNESA) bekerja sama dengan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya membuka kelas Bahasa Mandarin tingkat dasar (basic class) bagi mahasiswa Untag. Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen dalam memperluas akses pembelajaran bahasa asing, khususnya Mandarin yang kini semakin penting di era globalisasi.
Kelas Kerjasama Confucius Institute Unesa dengan Untag ini terasa istimewa karena diajar langsung oleh pengajar native speaker asal Tiongkok. Kehadiran pengajar native memberikan pengalaman belajar yang otentik, dimana mahasiswa dapat berlatih bagaimana pengucapan bahasa mandarin yang benar, mendengar intonasi alami, serta memahami penggunaan bahasa dalam konteks keseharian. Hal ini tentu menjadi nilai tambah yang sangat berharga bagi peserta, karena mereka dapat belajar langsung dari penutur asli.
Materi yang diajarkan dalam kelas meliputi kosakata dasar, percakapan sehari-hari, pengenalan aksara hanzi, serta pengenalan budaya Tiongkok. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk aktif berbicara, menulis, mendengar, dan membaca. Metode interaktif yang digunakan menjadikan suasana kelas lebih hidup, sehingga mahasiswa dapat membangun kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Mandarin tahap awal.
Program ini
mendapatkan sambutan antusias dari mahasiswa Untag. Banyak peserta merasa bahwa
kesempatan belajar bahasa Mandarin dengan native speaker merupakan pengalaman
yang jarang diperoleh, sekaligus memotivasi mereka untuk terus mendalami bahasa
ini di tingkat selanjutnya. Selain itu, interaksi langsung dengan pengajar dari
Tiongkok juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengenal budaya baru, sehingga
menambah wawasan lintas budaya yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari
maupun dunia profesional.
Melalui kerja
sama ini, Confucius Institute Unesa berharap dapat mencetak generasi muda yang
tidak hanya memiliki kemampuan berbahasa Mandarin, tetapi juga memiliki
pemahaman budaya yang lebih luas. Hal ini sejalan dengan tujuan Confucius
Institute sebagai jembatan pendidikan dan budaya antara Indonesia dan Tiongkok.
Dengan fondasi yang kuat sejak kelas dasar, mahasiswa diharapkan dapat
melangkah lebih jauh, baik dalam bidang akademik maupun dalam menghadapi
persaingan global di masa depan.
Share It On: