Kelas Bahasa Mandarin Mahasiswa FEB Untag 2025 Bersama Dosen Native Tiongkok
Confucius Institute Universitas Negeri Surabaya bersama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali menyelenggarakan kelas bahasa Mandarin pada tahun 2025 sebagai bagian dari program unggulan yang telah berjalan lebih dari satu dekade. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama berkelanjutan antara Untag dan Confucius Institute Universitas Negeri Surabaya (Unesa), yang telah terjalin erat lebih dari 10 tahun.
Kelas bahasa Mandarin tahun ini diikuti oleh ratusan mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dengan antusiasme yang tinggi. Keistimewaan program ini adalah kehadiran dosen native dari Tiongkok yang dihadirkan langsung oleh Confucius Institute Unesa. Hal ini memberikan pengalaman belajar yang lebih otentik dan memperkuat kemampuan komunikasi para mahasiswa dalam bahasa Mandarin, khususnya di ranah ekonomi dan bisnis.
Selama lebih dari satu dekade, kerja sama antara Untag dan Confucius Institute telah memberikan dampak yang signifikan bagi mahasiswa dan civitas akademika. Program ini tidak hanya berfokus pada pembelajaran bahasa, tetapi juga memperkenalkan budaya, nilai-nilai, dan etos kerja masyarakat Tiongkok, yang sangat relevan dalam konteks globalisasi dan hubungan bisnis internasional.
Kelas yang berlangsung secara interaktif ini mengajarkan berbagai keterampilan mulai dari percakapan dasar, penulisan karakter Mandarin, hingga istilah-istilah bisnis yang sering digunakan dalam dunia kerja. Selain itu, mahasiswa juga diajak untuk memahami budaya bisnis Tiongkok melalui berbagai simulasi, diskusi, dan pemaparan studi kasus.
Menurut Dekan FEB Untag, kerja sama ini merupakan bagian dari visi internasionalisasi kampus yang bertujuan mempersiapkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki kompetensi global. “Kami bangga telah bekerja sama lebih dari 10 tahun dengan Confucius Institute Unesa. Program ini telah memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas lulusan kami,” ujarnya.
Para mahasiswa menyambut baik program ini karena selain mendapatkan ilmu yang bermanfaat, mereka juga memiliki kesempatan untuk memperluas jaringan internasional. Banyak alumni dari program ini yang kini sukses bekerja di perusahaan multinasional atau melanjutkan studi di luar negeri, khususnya di Tiongkok.
Dengan keberhasilan yang telah diraih selama lebih dari satu dekade, Untag dan Confucius Institute Unesa berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama ini. Harapannya, program bahasa Mandarin dapat terus berkembang dan menjadi jembatan penting dalam mencetak generasi muda yang siap bersaing di kancah global.
Share It On: